Guyonan dan Plesetan Tentang Sedekah

Posted on 28th July 2011 in Motivasi
  • Si Duit kalau dilepasin (*baca : sedekah*), kelak dia akan kembali lagi. Dan enaknya lagi dia bakal kembali lagi dengan membawa teman2nya.Enak tho. :mrgreen: :mrgreen:
  • Terhadap si Nasib kita mesti ngeyel. Kalau kita ngeyel, maka si nasib akan nurut apa kata kita. Seandainya tidak nurut, cobalah kasih duit (*baca : sedekah*). Pasti dia nurut. Ternyata si nasib suka juga sama duit. :grin:
  • Senyum itu sedekah, Cuma tidak cukup sedekah hanya senyum tok. Bayangkan ada orang kelaparan, terus anda sedekahin dengan senyuman. Salah2 malah anda ntar dilempar sandal sama dia. Makanya, kasih duit sambil tersenyum, itu baru jo$_$. 8O
  • Sedekah senyum balasanya senyum. Sedekah doa balasanya doa. Sedekah duit balasanya duit dari Allah, juga senyum dari si penerima, dan doa dari malaikat. Tinggal pilih, mau sedekah apa. :lol:
  • Hendaklah sedekah itu meringkan si penerima , bukanya memberatkan. Nah, kalau bersedakah duit logam, itu “memberatkan” si penerima. Ya iya dong. Duit logam kan berat bawanya! Hehehe. :oops:
  • Ingatlah, uang bukan segalanya. Ingat pula sedekah tidak harus berbentuk uang. Bias saja berbentuk kalung emas, gelang berlian, sertifikat tanah, mobil, motor, arloji, ponsel, semen, pasir dan lain2. Bahkan tidak harus berbentuk materi. Bias saja transfer ATM,m-banking,auto-debet, dan lain2. Hehehe. :razz:
  • Pahlawan manakah yang paling sering masuk mesjid? Kapitan patimura (*maksudnya uang rp1.000*). Terus , pahlawan manakah yang paling jarang masuk mesjid? Bung karno dan bung hatta (*maksudnya uang rp100.000*). Padahal kapitan patimura kurang cocok masuk masjid. Soalnya dia bawa golok. Kalau bung karno dan bung hatta ? mereka lebih cocok. Soalnya mereka bedua pake peci dan siap untuk sholat jamaah. :mrgreen:

Terkakhir mengutip:
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain, sebaik-baik harta adalah harta yang disedekahkan“.
:oops: :oops:
“Berbagi tidak akan mengurangi apapun dari diri kita, justru sebaliknya” :-P :-P

Dikutip dari : buku “40 hari percepatan rezeki” karya Ippho santosa.

comments: 0 » tags: ,

Guru saja begitu, apalagi Allah?

Posted on 25th July 2011 in Motivasi

Buat yang ditimpa musibah, buat yang sedang dicoba dengan berbagai masalah coba jawab pertanyaan2 berikut ini: :mrgreen: :mrgreen:

Mungkinkah guru memberikan ujian iseng-iseng begitu saja, tanpa tujuan?

Mungkinkan guru memberikan ujian kepada anak didiknya tanpa menyiapkan jawabanya?

Mungkinkah guru memberikan ujian tanpa mempersiapkan anak didiknya?

Mungkinkah guru memberikan ujian anak SMA kepada anak SD?

Mungkinkah guru tidak menaikan kelas anak didiknya yang mampu menjawab ujian?

Guru saja begitu, apalagi Allah?

Mana mungkin Allah menurunkan masalah iseng-iseng begitu saja, tanpa tujuan!

Mana mungkin Allah menurunkan masalah kepada Anda tanpa menyiapkan solusinya!

Mana mungkin Allah menurunkan masalah tanpa mempersiapkan anda terlebih dahulu!

Mana mungkin Allah menurunkan masalah yang anda tidak mampu mengatasinya!

Mana mungkin Allah tidak mengangkat derajat Anda ketika anda mempu mengatasinya!

Jadi, bagi yang sedang ditimpa masalah, tetaplah optimis, pasti ada solusinya. :lol: :lol:

Dikutip dari : Buku “40 Hari Percepatan Rezeki” Karya Ippho Santosa.

comments: 0 » tags: ,

Pelajaran Berharga dari Seorang Bocah Polos

Posted on 15th July 2011 in Motivasi

Sebuah Pelajaran Berharga dari Seorang Bocah Polos baca ceritnya dibawahi ini. Keep reading and enjoy. :-D :-D

Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya.

Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.

Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.

 


Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.
Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. “Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab,” katanya. :razz: :razz:

Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. “Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” papar pembawa acara.

Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembaca acara harus mengingatkannya lagi. “Sebut saja!” katanya menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. “Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!” kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton. :cry: :cry:

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai. Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan? :mrgreen: :mrgreen:

source: andriewongso.com

Tentang Kekuatan Bersedekah

Posted on 10th July 2011 in Motivasi

Pengen nulis lagi nih. Kali ini saya pengen berbagi tentang “Kekuatan Bersedekah” atau bahasa kerenya The Power Of Giving. Jadi, saya dapat banyak sekali pencerahan setelah membaca buku “7 Keajaiban Rezeki”. Tu kan kalau rajin baca buku kita bisa dapat banyak pencerahan, bisa dapat paradigma baru tentang banyak hal. (*Bagi yang masih males2 baca buku, sudahlah mulai sekarang baca 3x*) (*Apa??, masih males juga. Dasar orang susah dibilangin..hehe *). :mrgreen: :mrgreen:

Hmm, jadi begini, pertama tama saya pengen bilang tentang impian (*lagi lagi tentang impian*). Karena semua berawal dari mimpi/ imajinasi/ harapan/ cita- cita. Seorang arsitekturpun tidak bisa menghasilkan karya hebat tanpa bermimpi/ berimajinasi dulu tentang karya yang mau dibuat. So, berimajinasilah. Dan saya pengen berbagi dari buku “7 Keajaiban Rezeki” tentang bagaimana agar semua mimpi2/harapan2 kita bisa cepat tercapai . Disini kita diajarkan untuk optimis, kita harus optimis terhadap mimpi2 kita, optimis seoptimis2nya bahwa ALLAH yang MAHA BESAR, ALAH yang MAHA MENGABULKAN, ALLAH yang MAHA MENDENGAR, ALLAH yang MAHA KAYA akan  mengabulkan semua mimpi/doa kita (*pada hakekatnya mimpi, doa, dan harapan itu adalah sama, so, tak bosan2 saya bilang create your dream.*). :smile: :smile:

Sekarang saya pengen membahas tentang “KEKUATAN BESEDEKAH”, sekarang anda baca dulu ayat alquran dan pesan nabi berikut ini.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisi seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (balasan) bagi sesiapa yang dikehendakinya (QS.2:261).”

Dan inilah pesan Nabi:

“Belilah kesulitanmu dengan sedekah”

“Obatilah penyakitmu dengan sedekah

“Pebanyak sedekah, sebab sedekah dapat memanjangkan umur”

“Besegeralah sedekah, sebab bala tidak pernah mendahului sedekah”

Khalifah ali juga menasehati:

“Pancinglah rezekimu dengan bersedekah”

Dari dalil2 diatas dapat diambil kesimpulan inilah manfaat bersedekah :

  • Melipatgandakan rezeki
  • Memudahkan urusan
  • Memudahkan jodoh
  • Memudahkan keturunan
  • Memelihara kesehatan
  • Memanjangkan umur
  • Menolak bala

So, Bersedekahlah, maka keajaiban2 diatas akan hadir dalam kehidupan anda (*mari sama2 kita buktikan*).

Kalau boleh cerita sedikit, apa yang sudah saya alami. Dan apa yang sudah saya peroleh sekarang, keadaanku sekarang, saya sudah bisa mandiri, bisa ngebiayain hidup + kuliahku sendiri, bisa nabung buat masa depanku, buat menggapai semua impian2ku. Bukanya pengen gimana2 tapi saya cuma pengen ngasih motivasi, saya Cuma pengen bilang semua ini mungkin adalah kekuatan dari itu dan doa kedua orang tua, terutama doa seorang IBU, baca postingan saya yang ini Tentang Dahsyatnya Doa Seorang Ibu. Jujur saya juga seperti merasakan keajaiban2 yang hadir dalam hidup saya. Saya nggak ngira semua bisa seperti ini, apalagi kedua orang tua saya. Semua impian2 saya yang dulu yang  rasanya mustahil, sekarang perlahan2 mulai mendekati kenyataan (*Alhamdulillah ya ALLAH*. So, mulai sekarang rajinlah bersedekah(*udahlah ga usah terlalu banyak mikir, ga usah takut miskin, ga ada sejarahnya orang jadi miskin gara2 rajin bersedekah, OKE*) dan berbakti kepada kedua orang tua, buat mereka senang , buat mereka bangga melihat kalian, bilang impian2 anda kepada mereka dan minta doa restu kepada mereke, OKE. (*lama2 jadi bener2 menikmati saat2 menulis, saat2 mengeluarkan semua yang ada dibenak pikiran, saat2 berbagi sedikit pengetahuan yang baru saja kudapat,  hehe*) :oops: :oops:

Jadi, rajinlah bersedekah, Insyaloh ALLAH akan menambah rezeki kita, dan ingat rezeki bukan hanya duit, duit dan duit, yang lebih tak ternilai harganya adalah kesehatan, keluarga yang harmonis, teman2 yang hebat & baik. Sekarang begini saya kasih contoh tangan kalian/ jari2 kalian saya potong trus nanti saya kasih uang 100juta, mau nggak? nggak mau kan (*orang saya juga nggak bakal ngasih, hehe*).  Jadi betapa berharganya semua nikmat ini, tubuh kita, kesehatan kita, yang nggak tenilai harganya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk kita, untuk tidak bersyukur. RIGHT. 8-) 8-)

Terakhir, kalau memang kita belum sepenuhnya bisa ikhlas mensedekahkan harta kita, tetap lakukan, lakukan dan lakukan sehingga ikhlas itu akan terbiasa. OKE, SALAM PEMENANG. :cool: :cool:

Honda Jazz Silver

 

 

Buku Bulan Juli : “The Science Of Luck” Karya Bong Chandra

Posted on 3rd July 2011 in Buku

Cover The Science Of Luck Cover Belakang The Science Of Luck

 

 

Buku saya untuk bulan Juli. Sebuah buku berjudul “The science of Luck” Karya Bong Chandra. Seorang entrepreneur muda yang sukses di bidang developer. Pada usianya yang ke-22 tahun, Bong Chandra telah berhasil membangun proyek perumahan pertamanya seluas 5 hektar dengan nilai investasi rp180 miliar. Beliau juga merupakan seorang penulis bestseller dan seorang Motivator yang telah diundang untuk memberikan motivasi di perusahaan terbesar di dunia tahun 2009 (*versi fortune 500*). :-D :-D

Ini beberapa testimoni tentang buku ini :

“inilah buku pasti menciptakan keberuntungan. Donald Trump pun mesti baca”

(*Ippho Santosa, Penulis bestseller 7 keajaiban rezeki*)

“Saya percaya keberuntungan hanya akan datang pada mereka yang siap dengan selalu melakukan tindakan nyata dan terus berjuang di kehidupanya Buku karya Bong Chandra ini menguatkan hal tersebut. Baca, renungi, dan praktikkan! Maka, “LUCK” akan selalu dekat dengan anda. Luar biasa!!!!”

(*Andrie Wongso, Motivator no.1 di Indonesia*)

“Buku ini adalah salah satu buku yang paling dahsyat yang akan pernah anda baca. Teori yang dikemukakan Bong Chandra dalam buku ini sudah dibuktikan dan efektif. Kalau anda ingin belajar tentang penyebab keberuntungan dan kesuksesan, baca buku ini !!!! ”

(*Merry Riana, Motivator Wanita No.1 di Asia*)

Isi The Science Of Luck

Keberuntungan adalah kumpulan dari fakta, persiapan, dan tindakan yang membawa kita menuju tempat yang kita harapkan. Keberuntungan hanyalah puzzle yang harus anda pecahkan. :mrgreen: :mrgreen:

Sebagian dari anda mungkin memiliki latar belakang yang kelam, orang tua yang bercerai, bangkrut, atau bahkan keterlibatan dengan narkoba. Ketahuilah latar belakang anda tidak menentukan keberuntungan anda di masa depan. Orang beruntung sesungguhnya adalah orang sial yang ngotot sampai ia menjadi orang yang beruntung. Anda mungkin telah memulai dengan kesalahan. Tapi anda dinilai bukan dari apa yang anda mulai tapi Anda dinilai dari apa yang telah anda selesaikan. :oops: :oops:

Terakhir saran saya sisihkan sedikit uang anda untuk membeli buku. Kalau membaca menurut anda adalah sesuatu yang sangat membosankan dan sangat tidak mengenakan,Cobalah untuk berfikir jangka panjang,  tetaplah membaca. Lakukan, lakukan dan lakukan sehingga nantinya membaca akan jadi sebuah kebiasaan. :-P :-P